Valve Menghajar Pemain Pro Dota 2 dengan Banned, Ada Apa?

January 19, 2024

mikefricilone.com – Valve telah mengambil tindakan drastis yang menggemparkan komunitas Dota 2 dengan memberlakukan banned bagi sejumlah pemain profesional yang terkenal, termasuk Artour “Arteezy” Babaev dan Rafli “Mikoto” Fathur Rahman. Tindakan ini, yang dilakukan pada 17 Januari baru-baru ini, memperlihatkan betapa seriusnya Valve menganggap smurfing sebagai masalah serius, bahkan di level kompetitif.

Reaksi dari para pemain yang terkena dampak banned ini beragam, dengan sebagian setuju dengan langkah ini sementara yang lain menganggap smurfing sebagai hasil dari kelemahan sistem matchmaking Dota 2. Banned ini tidak hanya melibatkan pemain biasa, tetapi juga melibatkan pemain profesional seperti Artour “Arteezy” Babaev dan Rafli “Mikoto” Fathur Rahman.

Yang menarik, satu banned bahkan terjadi secara langsung selama pertandingan DreamLeague Season 22 di kualifikasi Amerika Selatan antara Mad Kings dan Thunder Awaken. Kapten dan support dari Mad Kings, Steven “StingeR” Vargas, ketahuan terlibat dalam smurfing dan berbagi akun dengan sesama pemain profesional.

Respon di media sosial terus berkembang, dengan pemain seperti Alimzhan “watson” Islambekov dari tim Entity membagikan pengalamannya kehilangan akun dengan nilai matchmaking sebesar 12.500. Valve tampaknya mengambil pendekatan yang sangat serius terhadap smurfing, termasuk melibatkan pemain-pro seperti Arteezy, Mikoto, dan lainnya.

Bukan hanya pemain individu, Valve juga memberikan banned kepada beberapa nama besar lainnya yang terlibat dalam smurfing. Beberapa pemain profesional yang terkena dampak termasuk Illya “Yatoro” Mulyarchuk, Artem “Yuragi” Golubiev, dan Egor “Nightfall” Grigorenko.

Keputusan ini, bagaimanapun, memunculkan pertanyaan tentang apakah banned massal ini merupakan cara yang efektif untuk mengatasi masalah smurfing dalam komunitas Dota 2. Banned wave ini tidak hanya berdampak pada pemain individu, tetapi juga melibatkan ratusan ribu akun lainnya. Apa pendapat dan pandangan kalian mengenai tindakan Valve ini?