ONIC Menaklukkan AP Bren di Final Upper Bracket M5 dengan Skor 3-0: Kiboy, dari Zero to Hero

December 17, 2023

mikefricilone.com – Pertandingan final M5 memang tidak berjalan mulus bagi ONIC. Mereka harus melalui momen yang cukup mendebarkan saat Landak Kuning mereka dibantai habis oleh AP Bren. Bahkan, hingga menit 19:22, ONIC belum berhasil mendapatkan satu kill pun, sedangkan AP Bren sudah mengoleksi 14 kill tanpa balas. Statistik individual juga mencemaskan, dengan Kairi dan CW yang sudah tumbang tiga kali, dan Kiboy yang menjadi feeder terparah dengan catatan 0/5/0.

Namun, dalam dunia eSports, sering kali hanya dibutuhkan satu momen cemerlang untuk mengubah nasib seseorang. Dan itulah yang terjadi pada Kiboy. Meskipun dalam kondisi sulit, ia tetap tenang dan fokus pada target backline musuh. Meski berkali-kali dihantam oleh knock up dari Guinevere Kyletzy, Kiboy tidak menyerah. Akhirnya, dengan kombo flicker-implosion yang brilian, ia berhasil menangkap lawan, diikuti dengan aksi kompak dari Kairi dan CW.

Satu dorongan minion di jalur tengah sudah cukup bagi ONIC untuk mengamankan kemenangan dalam game pertama. Ketika ditanya dalam sesi wawancara dengan media, Kiboy menjelaskan apa yang ada di dalam pikirannya saat ia mengalami masa sulit dan menjadi feeder di pertandingan yang intens itu. “Ketika saya mengalami kondisi 0/5, mungkin ada yang berpikir saya akan panik, tapi sebenarnya saya tetap berusaha untuk tetap tenang dan menikmati perjuangan ini. Bagi saya, permainan belum berakhir sampai base musuh runtuh. Selebihnya, mungkin saya hanya beruntung!” ujarnya dengan senyum.

Rekan setimnya, Kairi, juga menambahkan pendapatnya. Biasanya, kekompakan tim bisa terganggu ketika melihat salah satu anggotanya mengalami kesulitan. Namun, bagi ONIC, hal ini dianggap sebagai hal yang wajar dan mereka tetap berusaha untuk saling percaya. “Itu hal yang normal jika salah satu dari tim mati banyak dalam pertandingan. Itu bagian dari permainan. Jadi, seperti yang saya katakan sebelumnya, kami saling percaya satu sama lain dan tetap berjuang bersama,” lanjutnya.

Jadi, jika roamer kalian mengalami kesulitan dan mati berkali-kali, apakah kalian akan langsung marah atau tetap mempertahankan kepercayaan kepada teman satu tim?